Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang berjudul "Uji Daya Hambat Sari Daun Kelor (Moringana Oliefera L)" Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus, Karya tulis ilmiah (KTI) ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Kendari.
Saran kepada para ibu menyusui tentang upaya meningkatkan produksi ASI melalui konsumsi ekstrak daun kelor, menambah informasi dan pengetahuan serta dapat juga dengan cara mengkonsumsi ekstrak daun kelor sebagai sayur bening, urap sehingga diharapkan dapat meningkatkan pemberian ASI secara eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan. References
a. Mengidentifikasi bagaimana kandungan gizi daun kelor sebagai bahan makanan tambahan (PMT) balita. b. Menganalisis bentuk-bentuk pengolahan daun kelor sebagai PMT balita. c. Mengetahui efektifitas daun kelor dalam pemenuhan masalah gizi pada balita.
Simpulan : senyawa flavonoid daun kelor (Moringa oleifera L.) efektif sebagai antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kata kunci : Daun Kelor, Flavonoid, Staphylococcus aureus, Moringa oleifera L. repository.unimus.ac.id
Oleh karena itu daun kelor (Moringa oleifera Lam.) sebagai sumberdaya tumbuhan yang cukup mudah dijumpai di wilayah ini dapat menjadi bahan baku produk inovasi dalam pencegahan stunting dan pemenuhan gizi ibu hamil dan anak-anak. Daun kelor yang diolah menjadi es krim mengandung zat gizi yang tinggi, terutama protein dan kalsium.
dalam inovasi daun kelor menjadi olahan produk, maka upaya yang akan dilakukan oleh tim adalah sebagai berikut: 1. Mengadakan seminar kepada mitra tentang pengolahan inovasi daun kelor 2. Melakukan simulasi dan praktek pengolahan daun kelor segar menjadi produk stik kelor 3. Mengadakan pelatiahan tentang
xzgAOn0.
karya tulis ilmiah tentang daun kelor